“Rasulullah Saw., menyengajakan berbekam ketika shaum, karena khasiat bekam ketika shaum menjadi 2 kali lipat, shaum mampu mengangkat racun, melebarkan pembuluh darah, menguatkan jantung, ginjal, paru dan limpa.”
Dari Abbas Ra. “Nabi SAW (menyengaja) berbekam sedang beliau dalam keadaan shaum” HR. Bukhari
Mekanisme shaum yang luar biasa manfaatnya bagi tubuh, akan menjadi sangat berkesan jika disinergikan dengan hijamah/bekam.
Shaum mampu mengangkat toksin dan sel-sel yang seudah tidak diperlukan kepermukaan tubuh, sehingga sangat ideal jika pada saat yang sama juga dilakukan terapi bekam, karena racun yang sudah ada di permukaan tubuh akan tersedot tuntas oleh hisapan kop bekam.
Shaum juga mampu melebarkan pembuluh darah, sehingga bekam pada saat shaum merupakan bekam dalam kondisi sirkulasi darah yang sangat baik. Ini menyebabkan kesan dari proses bekam akan cepat direspon oleh tubuh, sehingga tujuan utama dari proses pembekaman yakni meningkatnya fungsi imunitas tubuh akan cepat dicapai dalam kondisi shaum tersebut.
Rasulullah Saw., dan para sahabat sudah terbiasa melazimkan (baca : merutinkan_ berbekam ketika shaum, karenanya dengan izin Allah mereka hidup dalam kesehatan yang paripurna/holistik.
Seorang sahabat yang sangat istiqmah dalam mengamalkan berbekam ketika shaum salah satunya adalah Ibnu Umar Ra., seorang sahabat yang dikenal sangat teguh memegang sunnah Nabi Saw., Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar Ra., biasa berbekam dalam keadaan berpuasa, sampai ketika ia semakin tua dan fisiknya menjadi lemah, maka ia meninggalkan berbekam di siang hari ketika shaum namun tetap melakukannya pada malam harinya.
Inilah sedikit dari luasnya hikmah yang dapat kita ambil dari untaian Sunnah Rasulullah Saw., yang mulia, kemodernan perihidup yang telah ada sejak 14 abad lalu dan hampir terlupakan oleh kita sebagai ummatnya.
~ Aa Lukman ~
0821 1098 6817
08 777 265 1115