Begini selalu suatu cerita berujung fatal:
🐂 1. Sehabis pulang dari sawah kerbau rebahan di kandang dengan wajah cape dan nafas yang berat…
Datanglah seekor anjing. Kerbau lalu berucap : "Aah teman lama, saya sungguh cape dan besok ingin istirahat sehari dengan baik. Saya ingin kumpulkan tenaga untuk kerja yg terbaik "
🐕 2. Anjing pergi dan ketemu kucing di sudut tembok, dan berkata : "Tadi saya ketemu kerbau, dengar dengarnya dia besok ingin istirahat dulu…
Sudah sepantasnya…
Sebab boss kasih kerjaan terlalu berat…"
🐈 3. Kucing lalu cerita kepada kambing dan berkata : "dengar dengarnya Kerbau complaint boss kasih kerja terlalu banyak dan berat. Besok tidak mau kerja lagi."
🐐 4. Kambing ketemu ayam berucap : "udah tahu belom? dengar dengarnya Kerbau tidak senang bekerja untuk boss lagi, sebab mungkin ada boss lain yang lebih baik…"
🐓 5. Ayam ketemu monyet dan berkata : "hei dengar dengarnya Kerbau tak akan kerja untuk bossnya dan ingin mencari kerja di tempat boss yang lain…"
🐒 6. Saat makan malam monyet ketemu boss dan berkata : "Boss, si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan dengar dengarnya dia ingin meninggalkan boss untuk kerja dengan boss lain…"
👨 7. Mendengar ucapan monyet, boss lalu membunuh si kerbau karena di nilai telah berkhianat kepadanya.
Pesan moralnya :
⛔ 1. Ada kalanya suatu ucapan harus stop / berhenti sampai telinga kita.
❌ 2. Jangan percaya begitu saja apa yang di katakan orang lain walaupun itu orang terdekat kita. Kita harus check and re-check kebenarannya sebelum mengambil suatu keputusan. Langsung dari sumber berita pertama...
Bukan sumber "Dengar Dengarnya"